Kamis, 20 November 2014

NOKTAH PINTAR



god spot si noktah otak





DUNIA mencatat penemuan Tim Universitas California tentang apa yang mereka namakan dengan god spot, yakni si noktah otak. God spot ini memiliki kemampuan untuk merespon ajaran moral keagamaan. Penemuan yang diungkap dari hasil beberapa eksperimen yang dilakukan oleh Prof. Vilayanur Ramachandran - ahli ilmu saraf berdarah India. Bersama Timnya dari Universitas California di san Diego Amerika Serikat. Mulanya god spot ditemukan pada penderita epilepsy/ayan, ketika mereka sedang diserang oleh penyakit ini. Saat tersebut mereka sedang mengalami halusinasi. Tim peneliti berupaya untuk menggali pengalaman mereka dan ternyata ketika itu mereka mengalami ‘episode mistik’ yang sangat kuat dan membuat mereka terobsesi pada soal spiritual keagamaan. Ekperimen dilanjutkan dengan memeriksa gelombang otak penderita itu saat mereka mengalami gangguan, dengan memasang sensor di bagian dahi dan monitornya melalui layar komputer. Di sana, para ahli menemukan bahwa pada saat itu muncul pancaran gelombang yang kuat dari satu titik di temporal lobes - bagianotak yang berada persis di belakang tulang jidat. Penyelidikan diteruskan pada sejumlah sukarelawan yang sehat. Dan ketika mereka khusyu’ dalam renungan dengan Tuhan dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya, para ahli menemukan pancaran yang sama dan di tempat yang sama pada mereka penderita epilepsi.[1]


[1] Majalah mingguan Gatra 15 Nopember 1997 seperti yang dikutip Shihab,M.Quraish, Tafsir Al-Mishbah: pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002 vol 11 dari vol 15. hlm 56 masih tentang fitrah.

Asma al-Husna QOUTIENTS (AHQ)



Meniru Kecerdasan Tuhan





Sabda Rasulullah SAW,
Hendaknya anda memiliki sifat seperti sifat Allah Ta’ala”
(al-Ghazali)[1]

“Setiap/semua anak yang lahir dalam keadaan fitrah, lalu kedua orang tuanya menjadikannya menganut agama Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana binatang yang lahir sempurna, apakah kamu menemukan ada anggota badannya yang terpotong, kecuali jika kamu yang memotongnya? (Tentu tidak!)  (HR.Bukhari, Muslim, Ahmad dan lain-lain melalui Abu Hurairah)
Asma al-Husna QOUTIENTS  (AHQ)  adalah fitrah yakni dasar keyakinan tentang keesaan Allah swt. Fitrah merupakan potensi dasar sebagai ciptaan pertama. Tabiat awal yang menjadi dasar manusia untuk hidup. Potensi memiliki kemampuan mengetahui persoalan-persoalan sebagaimana adanya. Potensi untuk mengetahui. Fitrah mengandung kesucian dan keluhuran budi pekerti. Perangai yang lurus serta kemudahn untuk mematuhi petunjuk yang jelas. Fitrah memiliki kemampuan untuk menerima kebenaran yang mantap. Fitrah juga dipahami sebagai
Keadaan atau kondisi penciptaan yang terdapat dalam diri manusia yang menjadikannya berpotensi melalui fitrah itu, mampu membedakan ciptaan-ciptaan Allah serta mengenal Tuhan dan syariat-Nya.” (Thahir Ibn Asyur)[2]
          Kemudian Ibn Sina[3] memberikan ilustrasi, bahwa “Seandainya seorang manusia lahir ke dunia dalam keadaan sempurna akal, tetapi dia belum pernah mendengar satu pendapat pun, tidak juga meyakini satu madzhab, tidak bergaul dengan satu masyarakat atau mengenal siasat - hanya meyaksikan hal-hal yang bersifat inderawwi - lalu dia mengambil beberapa kondisi dan memaparkannya ke benaknya lalu berusaha untuk meragukannya, maka bila dia ragu itu berati fitrah tidak mendukungnya, tetapi bila tidak dapat ragu, maka itulah petunjuk fitrah. Namun demikian - lanjut Ibnu Sina - tidak semua dituntun oleh fitrah manusia, benar adanya. Yang benar hanyal yang dihasilkan oleh potensi akliah, sedang fitrah adalah pemikiran secara umum, bisa saja tidak benar.”


[1] Mizan, Bandung,2000 dikutip dari Ary Ginanjar Agustian,2004:300

[2] Shihab,M.Quraish, Tafsir Al-Mishbah: pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002 vol 11 dari vol 15. hlm 54.
[3] ibid