god spot si noktah otak
DUNIA
mencatat penemuan Tim Universitas California tentang apa yang mereka namakan
dengan god spot, yakni si noktah otak.
God spot ini
memiliki kemampuan untuk merespon ajaran moral keagamaan. Penemuan yang
diungkap dari hasil beberapa eksperimen yang dilakukan oleh Prof. Vilayanur
Ramachandran - ahli ilmu saraf berdarah India. Bersama Timnya dari Universitas
California di san Diego Amerika Serikat. Mulanya god spot ditemukan pada
penderita epilepsy/ayan, ketika mereka sedang diserang oleh penyakit ini. Saat
tersebut mereka sedang mengalami halusinasi. Tim peneliti berupaya untuk
menggali pengalaman mereka dan ternyata ketika itu mereka mengalami ‘episode
mistik’ yang sangat kuat dan membuat mereka terobsesi pada soal
spiritual keagamaan. Ekperimen dilanjutkan dengan memeriksa gelombang otak
penderita itu saat mereka mengalami gangguan, dengan memasang sensor di bagian
dahi dan monitornya melalui layar komputer. Di sana, para ahli menemukan bahwa
pada saat itu muncul pancaran gelombang yang kuat dari satu titik di temporal lobes - bagianotak yang berada
persis di belakang tulang jidat. Penyelidikan diteruskan pada sejumlah
sukarelawan yang sehat. Dan ketika mereka khusyu’ dalam renungan dengan Tuhan dan
hal-hal yang berkaitan dengan-Nya, para ahli menemukan pancaran yang sama dan
di tempat yang sama pada mereka penderita epilepsi.[1]
[1]
Majalah mingguan Gatra 15 Nopember 1997 seperti yang dikutip Shihab,M.Quraish, Tafsir Al-Mishbah: pesan, kesan, dan
keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002 vol 11 dari vol 15. hlm 56
masih tentang fitrah.